Seperti tulisan saya sebelumnya, saya memang suka mengajar. Disini pun saya tetap mengajar. Suatu saat di bulan April 2007, ketika saya browsing di harian surat kabar berbahasa Inggris online Korea, saya menemukan sebuah iklan gratisan yang menyebutkan bahwa ia butuh seorang tutor matematik. Kemudian saya follow-up dengan mengirimkan email dan tidak lama setelah itu, dia langsung membalas dan menanyakan pengalaman saya dalam mengajar. Akhirnya kami janjian untuk bertemu disuatu tempat yang paling banyak orang asingnya di Korea.
Sesampainya saya disana, saya terkejut bukan main. Ternyata murid yang akan saya ajar adalah seorang Ibu, atau mungkin bisa dikatakan nenek asal Amerika. Pantas saja pada emailnya sebelum pertemuan, dia bilang please don't suprise when you meet me.. kirain dia cantik atau gmana bilang suprise segala ..
Lima belas menit pertama, saya gunakan untuk berbincang bincang ngalor ngidul seputar perkenalan. Dia mengaku bahwa umurnya sekarang sudah 60 tahun . Anak anaknya sudah berkeluarga semua dan tinggal diberbagai negara dan sudah pada sukses semuanya. Ada yang jadi A, B, C. Trus saya tanya, kok seumuran Madam masih mau juga belajar matematika, malah matematika tingkat junior school lagi. Dia bilang bahwa walaupun dia sudah tua, dia punya sedikit kegusaran terhadap dirinya. Dia merasa takut sekali jika melihat angka nol yang banyak. Tetapi, tidak masalah uang, aneh khan ? Itu karena selama sekolah dan kuliah, pelajaran matematik dan sejenisnya selalu mencontek (cheating) temannya. Itulah kesalahan terbesar dalam hidupnya. Karena dia sangat menyesali hal itu, makanya dia mau belajar sekarang. Dia adalah salah satu lulusan universitas top di negara asalnya, si Paman Sam. Jurusannya english literature. Sudah S2 dibidang yang sama, bahkan S3 namun tidak selesai. Bahasa Inggrisnya memang perfect, secara dia orang native speaker. Kala itu dia bawa buku matematik yang tebalnya sekitar 15 cm dan dia bilang eventhough this book is written in my own language, I could understand nothing at all.
Pertemuan pertama menjadi penentu bagi pertemuan selanjutnya. Diakhir pertemuan pertama itu, dia bilang sendiri kalau dia merasa puas dengan hasil belajar hari itu. Itu artinya, dia mengharapkan saya untuk datang dipertemuan pertemuan selanjutnya. Dalam proses mengajar itu, dia banyak mengatakan, oh I see, I got your point, why did not anyone tell me about this 45 years ago?Waw, this is very easy, thank you dan sejenisnya lah yang menandakan dia mulai mengerti permasalahannya.
Mengajar Madam satu ini tentu berbeda dengan murid saya lainnya yang umumnya sebaya dengan saya. Banyak sekali pertanyaan yang harus saya jawab dengan menggunakan filosopi, darimana asalnya dan apa dasarnya. Kadang saya kewalahan juga menjawabnya, karena harus mengumpamakan dengan kehidupan nyata yang mudah dipahami. Misalnya ketika belajar rational number dia bilang, if there is a rational number, it should be another "crazy" number . Saya tertawa waktu itu, kembali dia menjelaskan bahwa dia paham sekali dengan maksud kata kata rational number karena itu menggunakan bahasa aslinya. Akhirnya setelah menjelaskan panjang lebar, dia dapat mengerti dan kembali mengatakan why did not anyone tell me about this 45 years ago? Waw, this is very easy, thank you. Dalam hati saya bergumam, ah itu sih salah ibu dulu gak mau memperhatikan guru 
Hari minggu yang lalu adalah akhir pertemuan saya dengan sang Madam. Dia harus kembali kenegara asalnya atau kaluar dari Korea dikarenakan visanya sudah habis. Dia bilang mau kembali lagi. Ya itu sih terserah Madam. Walhasil selama belajar dengan saya buku seri 5 yang tebalnya 15 cm itu telah habis diulas, dan sejak Desember 2007 naik menuju seri 6. Biasanya pertemuan selalu kami lakukan setiap akir pekan.
Sekali lagi, bagi saya mengajar adalah sebuah pembelajaran. Betapa si Madam yang sudah tua sekalipun masih mau belajar, dan dia tidak malu malu mengatakan bahwa dia tidak tahu ini dan itu. Saya belajar banyak darinya.
Jangan pernah mau mencontek !!
 | Yakin loe nggak pernah nyontek =P |
 | Nyontek waktu ujian maksudnya dhan, insya allah gw belum pernah seumur-umur, tapi kalau mencontek buat tugas kan gw langganan ke lu :-P, walaupun gw nyontek tapi mikir hahaha |
 | saya juga mau ikutan ibu itu ah... ntar ajarin aku juga ya mas chairul... |
 | Hehehe mbak ku ini bisa ajah ah.. Iya dia ngajarin TOEFL, TOEIC dan macem macem nya lah. Memang budaya barat kali yah umuran segitu bukannya tinggal enak dirumah malah kerja. Anak anaknya kagak perhatian, kasihan si nenek :-) |
| |