Bagi para pria, pernahkan kita berfikir, bagaimana rasanya melahirkan? Memang sudah menjadi takdir yang maha kuasa, kita (para pria) tidak akan/pernah melahirkan, kecuali si Sun Go Kong, si Patkai, atau Tong Sam Cong, (masih ingat kan film si kera sakti) hehe..
Konon, menurut Ibu, saya dilahirkan dengan badan dan kepala yang cukup besar, sehingga perlu perjuangan yang berat untuk melahirkan saya. Dimulai pukul 1 dini hari, Ibu sudah merasa akan melahirkan. Saat itu juga almarhum ayah saya langsung menggoes sepeda sepanjang 2 km ditengah kegelapan malam hanya untuk menjemput seorang "dukun" beranak di desa kami untuk membantu proses persalinan. Akhirnya setelah menunggu beberapa jam, pukul 8 pagi, saya terlahir ke dunia ini.
Kini ditengah istri tercinta saya sedang mengandung 9 bulan, saya jadi teringat akan proses kelahiran saya, 23 tahun yang lalu. Ingin sekali saya berada disampingnya ketika proses melahirkan itu tiba. Tapi kalaupun kondisi tidak memungkinkan, saya hanya bisa berdo'a kepada yang Maha Kuasa agar persalinannya lancar.
Begitulah fitrah seorang perempuan (ibu). Ia yang mengandung kita dengan jerih payah selama 9 bulan, melahirkan kita kedunia dengan segala usahanya, dan menyusuinya hingga 2 tahun. Membayangkan semua itu, memang tepat pepatah orang bijak bahwa surga ada ditelapak kaki Ibu.
Buat para ibu saya sangat menaruh hormat, salut dan kekaguman setinggi-tingginya. Buat para calon Ibu, selamat mempersiapkan segala sesuatunya. Buat para calon calon Ibu, semoga mendapatkan suami yang baik dan sholeh. Jadi adakah yang bisa share bagaimana rasanya melahirkan ? 
 | aku kalo nanya para ibu.. bilangnya suakittt buangettt.. tapi sakitnya langsung terlupa waktu si bayi nongol.. hehe |
 | gimana ya....... ya gitu deh.... :)) (teu puguh dot com...he he..) |
 | Pulang ke Bukik dak, mendampingi istri tercinta melahirkan? |
 | Hmmmm..proses melahirkan adalah saat2 terindah buat aku. dan aku sangat bahagia bisa dikasih kesempatan untuk merasakan hal itu 2kali , secara normal pula. Sakitnya? jangan ditanya.....bahkan saat melahirkan si bungsu aku sempet drop karena tekanan darah menurun tajam hanya 70/80.
tapi menurutku, bagiku.....sakit melahirkan adalah sakit yang teramat nikmat. heuheuheuheu....nikmat sekali,karena begitu si bayi keluar tiba-tiba sakit yang rasanya seribu kali lipat dari sakit biasa lenyap mendadak. sampai beberapa detik setelah melahirkan aku udah lupa rasa sakit itu.
ppfffuuuiih...what a wonderful experience...
i will be glad to feel that feeling once again.....twice maybe :p |
 | Ohh begitu ya teh Gia.. nanti aku sampaikan sama istriku supaya dia semangattt =D makasih ya teh.. *membayangkan perjuangan teh Gia waktu itu* |
| |
|