Hari ini, 9 Februari 2007, satu tahun yang lalu, tepat setelah shalat Jum'at, masih hangat dalam ingatan, saya mengucapkan janji yang insya allah hanya dilakukan sekali seumur hidup. Bertempat disebuah mesjid sederhana di daerah Sungai Sariak, Kabupaten Agam, Sumatera Barat, saat itu saya mengucapkan ijab kabul untuk mempersunting satu satunya putri bungsu putra seorang tokoh masyarakat sekitar disaksikan oleh sanak keluarga dan famili. Setelah sempat 2 kali salah dalam pengucapan ijab kabul (mungkin karena gugup) akhirnya lancar juga dan sah lah kami berumah tangga.
Alhamdulilah selama satu tahun ini kami berumah tangga, kami selalu merasakan kebahagiaan. Rasanya belum pernah ada perselisihan diantara kami, karena kami selalu berkomunikasi dengan baik. Saling pengertian dan menerima kekurangan yang ada pada diri kami masing masing adalah kuncinya dan insya allah akan kami pertahankan hingga akhir hayat kami.
Usia pernikahan kami memang masih sangat muda, namun merasakan kebahagiaan dalam berumah tangga, rasanya ingin kami berbagi kepada semua orang. Sehingga, sering kami mengkampanyekan kepada kolega kami untuk menikah sesegera mungkin jika sudah siap.
Kini, kami sedang menanti buah hati pertama kami lahir menjadi penerus kami didunia ini..
Dian Silvia Ardasari
Chairul Hudaya